Berawal dari Kota Kediri, Alumni Teknik Sipil UK Petra angkatan 1990 ini kini menjadi salah satu akademisi dan peneliti berpengaruh di bidang Construction Innovation Management di Loughborough University, Inggris. Robby Soetanto adalah bukti bahwa keberanian bermimpi dan konsistensi dalam usaha penelitian mampu membawa seseorang melampaui batas ruang dan waktu.

Kilas balik perjalanan saat studi di UK Petra, pilihan berkuliah di Teknik Sipil UK Petra muncul karena melihat besarnya peluang di dunia konstruksi serta dukungan keluarga. Perjalanan akademik di kampus inilah yang kemudian menumbuhkan kecintaannya pada penelitian dan inovasi.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi beliau adalah ketika harus menghadapi mata kuliah Mekanik di semester pertama, yang mana dikenal sebagai salah satu mata kuliah tersulit saat itu. Lebih dari 100 mahasiswa yang berada pada kelas tersebut, hanya dua yang dinyatakan lulus, dan salah satunya adalah Robby. Momen ini menjadi titik penting yang menguatkan kepercayaan dirinya bahwa tantangan sebesar apa pun bisa ditaklukkan dengan usaha terbaik.
Bagi Robby, tidak ada dosen paling favorit “Semua dosen punya karakter dan kontribusi masing-masing bagi perjalanan saya. Mereka menjadi panutan dan membentuk pondasi kuat bagi karier saya saat ini,” kenangnya.

Setelah lulus dari UK Petra, Robby sempat bekerja di industri properti sebelum melanjutkan studi S2 di Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Semangatnya untuk berkecimpung riset membawanya melanjutkan S3 di University of Wolverhampton, Inggris, hingga akhirnya membangun karier akademik di sana.
Setelah menyelesaikan doktoral, Robby berkarya sebagai peneliti post-doctoral selama lima tahun. Karier akademisinya dimulai pada 2007, dan kini ia menjadi Reader in Construction Innovation Management di Loughborough University, Inggris.
Mengajar di Inggris memberikan tantangan tersendiri. Mahasiswa yang dihadapi datang dari berbagai negara dengan budaya akademik yang kritis dan dinamis. Namun, tantangan itu jugalah yang memperkaya perspektifnya sebagai akademisi. Saat ini, ia aktif mengajar dan membimbing mahasiswa tingkat Sarjana hingga Doktor.
Kecintaannya pada dunia riset dan inovasi membawanya meraih pencapaian yang membanggakan yaitu dengan menjadi bagian dari British Academy Global Innovation Fellowship. Ia menjalankan proyek bertopik “Blue-Green Infrastructure Diffusion in Low Income Community” yang berfokus pada bagaimana inovasi infrastruktur biru-hijau dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat kawasan urban berpenghasilan rendah.
Proyek yang dilaksanakan di Bandung dan Semarang ini melibatkan kolaborasi internasional, pemberdayaan komunitas lokal, dan dukungan mitra pemerintah daerah dan universitas. Bagi Robby, riset bukan hanya tentang publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Robby, kunci dari inovasi adalah ketekunan dan mental tangguh.
“Inovasi itu tidak mudah. Dibutuhkan persistence dan grit. Jangan mudah menyerah.”
Ia juga menekankan pentingnya mengembangkan diri secara konsisten untuk memberi dampak nyata bagi sekitar:
“Motivasi saya selalu sederhana: membantu sesama melalui penelitian dan ilmu pengetahuan.”
Bagi para generasi muda khususnya Petranesian yang ingin berkarir di level global, ia berpesan: “Harus punya ambisi yang tinggi. Jelajahi peluang. Berani mencoba. Dunia itu luas, jangan batasi dirimu.”