{"id":2545,"date":"2023-01-26T09:12:40","date_gmt":"2023-01-26T02:12:40","guid":{"rendered":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/?post_type=stories&#038;p=2545"},"modified":"2023-01-26T09:14:14","modified_gmt":"2023-01-26T02:14:14","slug":"yohanes-subiyanto","status":"publish","type":"stories","link":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/stories\/yohanes-subiyanto\/","title":{"rendered":"Kunci Jitu Hadapi Kompetisi: Fokus, Mindset, dan Buku"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"640\" src=\"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2546\" srcset=\"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp.png 640w, https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp-300x300.png 300w, https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp-150x150.png 150w, https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp-12x12.png 12w, https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp-600x600.png 600w, https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp-50x50.png 50w, https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pp-100x100.png 100w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Kenangan apa yang paling kamu ingat dari masa kuliah?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jawaban tiap alumni UK Petra pasti berbeda. Bergadang hingga larut malam untuk mengerjakan tugas, gagal dalam ujian dan terpaksa mengulang mata kuliah, terlambat masuk kelas pagi, kebanyakan panitia sampai keteteran, bertemu kekasih hati, dan banyak lagi. Ketika pertanyaan yang sama dilayangkan pada <strong>Yohanes Subiyanto, S.Kom<\/strong>, ia tergelak sendiri. \u201cPengalaman berkesan? <em>Hmm\u2026<\/em> <em>Ga <\/em>banyak kuliah, banyak <em>mbolos<\/em>-nya. Masa\u2019 kubilang begitu \u2018ya, <em>hahahaha<\/em>,\u201d ceritanya sembari tertawa. Terdengar konyol, namun memang hal itulah yang paling berkesan selama masa studinya di Prodi Teknik Informatika UK Petra. \u201cSaya harus mengejar 24 SKS tiap semester supaya tidak <em>drop-out <\/em>(DO)<em>, <\/em>karena kekurangan SKS akibat kebanyakan main,\u201d lanjutnya. Mengambil jumlah SKS maksimum tiap semesternya memang tidak mudah, namun Yohanes berhasil lulus meski tidak tepat waktu. \u201c<em>Bablas, <\/em>\u2018<em>sih, <\/em>tapi tidak lama.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Awalnya, sosok yang hobi membaca ini mengaku mengira akan sering bergelut dengan <em>game <\/em>ketika masuk Prodi Teknik Informatika. \u201cDulu mikirnya main <em>game, <\/em>ya. Ternyata <em>nggak <\/em>juga,\u201d ia terkekeh. Kendati demikian, bukan berarti ia serta-merta kecewa karena bidang yang dipilihnya tidak sesuai ekspektasi. Belajar <em>programming <\/em>dan algoritma berhasil menarik minatnya. \u201cTerbiasa diajari berpikir runtut dan logis. Alur dari awal hingga bertemu solusi.\u201d Bahkan, pola pikir yang terbentuk ketika kuliah ini terbawa dan terpakai hingga sekarang, ketika ia telah menjadi seorang <em>entrepreneur.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Alumnus angkatan 2001 ini merintis bisnisnya sendiri yang tak jauh-jauh dari bidang studinya dulu, yaitu komputer. Pernah melihat <em>laptop <\/em>Lenovo dengan bertuliskan \u201c<em>ThinkPad<\/em>\u201d pada produknya? <em>ThinkPad<\/em> adalah salah satu produk Lenovo seri <em>Think<\/em>, <em>commercial products<\/em> yang didesain untuk korporasi. Yohanes mendirikan PT. Maxima Surya Abadi \u2014 <em>partner <\/em>resmi Lenovo dalam distribusi produk seri <em>Think<\/em> \u2014 pada tahun 2017, setelah lebih dari sepuluh tahun menggeluti bisnis komputer. Berawal dari kerja serabutan di <em>master dealer <\/em>produk HP (Hewlett-Packard) milik keluarga seorang teman, Yohanes membangun tangga karirnya perlahan-lahan, selangkah demi selangkah. Menjadi <em>sales<\/em>,<em> sales manager, area store manager, <\/em>hingga <em>lead division <\/em>untuk merek produk Dell pernah dirasakannya. Setelah tiga tahun, pria kelahiran Banyuwangi ini direkrut oleh Lenovo Indonesia dan ia berkarir di sana selama delapan tahun, hingga akhirnya melihat peluang untuk membuka bisnisnya sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Yohanes yang pernah merasakan bekerja di dua lingkungan \u2014 di perusahaan orang dan perusahaan rintisan sendiri \u2014 bekerja dengan orang lain atau memilih jadi <em>entrepreneur<\/em> sebenarnya sama saja. Tidak ada yang lebih unggul daripada yang satunya. \u201cMasalahnya adalah seberapa kita mau fokus untuk menjadi yang terbaik,\u201d tegasnya. Kunci pertama yang Yohanes pegang dalam menghadapi dunia bisnis yang sarat kompetisi adalah fokus. Bagi penyuka musik dan film ini, pantang baginya membiarkan suasana hati alias <em>mood <\/em>mempengaruhi kualitas pekerjaannya. \u201cKita bisa lihat, kalau orang sedang \u2018<em>nggak mood<\/em>\u2019, belajarnya bisa asal-asalan. Kalau nanti di dunia kerja, tidak bisa seperti itu. Kalau mengikuti <em>mood <\/em>begitu, nanti malah <em>nggak <\/em>jadi siapa-siapa,\u201d paparnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci kedua, <em>mindset. <\/em>Pola pikir yang baik menjadi aset yang belum tentu dimiliki semua orang. \u201c<em>Mindset <\/em>itu yang menentukan berhasil atau tidaknya kita. Banyak belajar dari orang lain. Anggap mereka lebih pintar, sehingga kita selalu rendah hati dan mau belajar. Bahkan kita bisa belajar dari abang becak sekalipun. Mereka rata-rata sangat jago main catur,\u201d ujarnya sambil berguyon.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci terakhir, buku. Alih-alih menyesali masa kuliahnya yang \u201ckebanyakan main sampai terancam DO\u201d, Yohanes lebih menyesal karena dulu tidak rajin membaca buku. \u201cKalau diasumsikan satu bulan baca satu buku, masa kuliah 12 bulan kali empat tahun, dapat 48 buku. Sebenarnya kita lumayan lebih pintar dibanding teman sepantaran,\u201d jelasnya. \u201cDi dunia kerja, kita berkompetisi dengan senior yang berpengalaman. Bagaimana bisa berkompetisi, kalau kita kalah dari sisi pengalaman dan <em>resources<\/em>? Buku itu jalan keluarnya. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, dan <em>how to survive<\/em>-nya.\u201dFokus, <em>mindset, <\/em>dan buku. Tiga kunci sederhana yang bisa dimulai kapan saja, tanpa kata terlambat. Sudah siap berkompetisi dengan kunci-kunci jitu ala Yohanes?<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Ditulis oleh: Denalyn T. Istianto<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenangan apa yang paling kamu ingat dari masa kuliah? Jawaban tiap alumni UK Petra pasti berbeda. Bergadang hingga larut malam<\/p>\n","protected":false},"featured_media":2546,"template":"","class_list":["post-2545","stories","type-stories","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/stories\/2545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/stories"}],"about":[{"href":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/stories"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/alumni.petra.ac.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}